About Me

Foto saya
Wanita Kantoran 08-17 ->> Reseller Kosmetik di rumah

Rabu, 23 Juli 2014

Segitiga-ku

Memulai kisah denganmu sungguh tidak pernah ku duga,
Rasa cuekmu bahkan pernah menurunkan rasa penasaranku kepadamu..
Namun, apa yang terjadi ketika panah cupid sedang tertuju kepada kita?
Perhatianmu pun menumbuhkan kembali getar abnormal di dalam diriku

Awal kisah yang tidak pernah ku sangka,
Kita mendua bersama.. 
Berbagi cerita berdua..
dan akhirnya hanya aku, kamu, dan dia.
Cerita lamaku berulang kembali, 
Juli 2011-ku

Salahkah aku bila ingin tetap seperti ini?
tetap berdua berbagi cerita, canda, dan kasih dalam segitiga-ku
Egoiskah aku ingin memiliki kalian berdua walau hati ini tak tahu inginkan apa,
Salahkah aku? ketika ada perasaan dan perhatian lain yang lebih menggoda
Egoiskah aku? Ketika aku tak rela kamu pergi menjauh,

Bukan kah perasaan dan cinta tidak pernah salah,.
kenapa harus menyalahkan perasaan?
kenapa harus saling menakuti masa depan seperti apa?
kenapa harus menyerah dalam hitungan detik?
Bisakah hanya biarkan waktu yang mengarahkan kita?

Biarkanlah waktu yang memberi jawaban,
Biarkanlah ini terjadi sealami mungkin
Biarkanlah drama retorika ini tetap berjalan tanpa jeda,
karena aku tidak pernah melarangmu untuk menemukan cintamu... 
hanya saja, biar lah bertahan sejenak, sejenak, dan sejenak
sampai kau temukan cintamu dan ku pastikan cintaku..
Bisakah berakhir baik seperti itu?
Tetap dalam segitiga-ku,
Tanpa saling melukai perasaan kita dan dia...

Jarak Kita

Dingin yang menggigit tulang
Angin malam pun masih terjaga
Bahkan dedaunan pun belum kering
Mereka adalah saksi bisuku memulai perjalanan

Bukan sepeda sport
Bukan pula motor keren
Apalagi mobil mahal
Hanya sebuah perahu mesin
Menderu membelah sungai barito

Satu jam itu…
Di temani gemericik air sungai barito
Angin pagi yang mulai menyapa
Dan mentari yang memeluk mesra
Ku buka lagi perlahan demi perlahan
Lembaran demi lembaran kertas-kertas cantik itu
Agar hilang resah menanti daratan

Bukan keramain yang ku cari
Bukan pasar yang ku tuju
Hanya bangunan sederhana
Tempat aku menimba ilmu….

Rabu, 16 Juli 2014

Bersabarlah untukku ...

Dulu pernah berpikir, kalau bisa berakhir dengan bahagia walau sudah memilih jalan masing-masing. Setidaknya, aku turut berbahagia kalau kamu sudah menikah dan memiliki buah hati dari wanita pilihanmu. Namun, aku salah. 
Niat baikku untuk menjaga silahturahmi, harus di hiasi dengan sejuta kata-kata manismu, rayuanmu, bahkan perasaan-perasaan masa lalu kita. 
Jujur, aku sebenarnya bahagia saat kamu nyatakan rindu dan sayang. Tapi, di sisi lain aku juga kecewa, karena kamu sudah milik-nya dan masih semudah itu bermain dengan perasaanku.
Namun, aku bisa apa?? kamu suami dia!

Sudah tidak terhitung berapa kali kau tarik ulur perasaan ini, 
Mulai mengodaku dan merengkuhku kembali. Dan harus ku akui, aku sulit untuk menolakmu bahkan ketika umur pernikahan kalian sudah lewat dua tahun!
Beruntungnya, aku mempunyai dia, yang begitu pengertian bahkan selalu memberi jalan kembali ke alam sadarku.
yaa... perasaanku kepadamu membuat aku gila dan melemahkan segala logikaku!
Namun, alhamdulillah .. tidak meruntuhkan imanku :)

Aku tidak bisa mendustai hatiku, denyut jantungku, bahkan senyumku ketika bersama denganmu.
Aku tidak bisa mendustai dia, betapa aku masih menyimpan rasa ini. Tapi, aku juga tidak ingin kehilangan dia yang sudah memberiku arah selama aku hilang kendali karenamu. hilang akal karena kehilanganmu. Aku tidak mau!
Egois memang, tapi aku bisa apa? 
Aku hanya bisa berharap, dia sabar di sampingku..
sabar menerimaku, sabar menasehatiku, dan sabar menuntunku bersamanya sampai aku bisa tersenyum seperti senyumku untukmu ...

Bisakah aku berharap seperti itu kepadanya? 
Bisakah aku meminta itu kepadanya?
Bisakah dia bersabar untukku?
Lelaki sandaran hatiku...


kita?

Pernah bersama bahkan saling memiliki adalah sebuah kenangan manis
Namun, kenangan manis itu menjadi ternoda ketika masih terselip kata cinta dan cumbu di antara kita.

Bukan gengsi yang meraja'i diri ini,
Tapi perasaan kecewa yang membuat langkahku terhenti..

Bila ingin mendua, janganlah denganku
Terlalu tinggi keangkuhanku untuk kau raih.
Bila ingin berbagi cerita, biarlah aku menjadi pendengar setiamu
Walaupun bukan sebagai pasangan hidupmu

Apa arti janji sucimu yang sudah terucapkan,
Bila masih saja terselip kata cinta untuk yang lain...
Apakah masih begitu besar obsesi dan penasaran menguasai relung jiwamu?
Mungkin bagimu, perasaanku adalah sebuah permainan untukmu,
Mungkin bagimu, omong kosong semua kata sayangku,
Mungkin bagimu, tak berharga cintaku ,,
Sehingga semudah itu, kamu datang dan pergi mengumbar cinta palsumu.

Aku berharap,
Aku tidak memilih jalan sepertimu...
Memaksa cinta untuk kita miliki,